Pengalaman Menulis Bambang Sardjono Brotohusodo

Assalamualaikum wrwb

Menulis bagi saya adalah semacam perintah pribadi untuk diri pribadi. Karena menulis adalah menggambarkan, membayangkan, dan mentransfer ide, pengalaman atau pemikiran dan hanya kita sendiri yang tahu.

Ini berbeda dengan menulis atas pesanan atau perintah atas permintaan orang lain (bisa atas perintah pimpinan, orangtua, teman atau bahkan anak).

Pertama kali saya menulis agak bermutu adalah ketika SD kelas 6 tahun 196 berjudul “Gajah dan Semut”, berupa cerita anak-anak sekitar 300 kata. Saat itu saya kelas 6 di SD BOPKRI, jl. Gondolayu, Yogyakarta.
Ide tulisan adalah pengalaman pribadi sewaktu saya memanjat pohon pepaya di tepi pagar samping rumah dan kaki saya dikerubuti semut. Semut-semut yang sedang berjalan beriringan ini keinjak kaki saya dan mereka mengerubuti kaki saya. Saya terpaksa turun dulu untuk mengusir semut-semut nakal ini dan naik memanjat lagi. Kejadian berulang karena saya menginjak-injak semut ini lagi.

Malam harinya saya mulai tulis ide. Tulisan ini saya kirim ke majalah bulanan DJAJA (Jaya) di Jakarta. Saya tulis dengan tulis tangan saya di kertas bergaris.

Eh, tak dinyana… tulisan saya dimuat 2 bulan kemudian. Senangnya bukan main. Saya matur bapak dan ibu dan bapak ibu tersenyum lebar menyemangati. Seminggu kemudian datang wesel untuk saya isinya honor Rp105,-(seratus lima rupiah). Uang ini saya gunakan untuk membeli perlengkapan Pramuka, yakni baret, tongkat Pramuka dan buku tulis.

Pengalaman berikutnya adalah tahun 1969. Saat itu saya dan adik-adik nderek bapak ibu bertugas di Sumatera barat bagian Riau. Saya sekolah di SMP Xaverius Bukittinggi kelas 2. Saya mengirimkan gambar kartun di majalah Selecta di Jakarta.

Saya buat kartun dengan tinta bak (tinta china) dan potongan kertas manila. Sempat 2 kali kiriman kartun dimuat di majalah Selecta. Kalau nggak salah saya dikirimi honor Rp200, (dua ratus rupiah). Tapi saya kirim berikutnya sudah tidak diterima, ya wis.

Pengalaman saya berikutnya adalah sebagai ilustrator majalah sekolah IBS (Ilmu Budaya Siswa) di SMA 4 Jakarta. Selama setahun, saya dan teman dipilih menjadi ilustrator dicenterfold selama kurang lebih 1 tahun.

Setelah itu hobi menulis dan menggambar praktis berhenti selama menjadi mahasiswa FKUGM sampai dengan lulus.

Selama di puskesmas, saya juga buat sketsa hitam putih. Kemudian tugas di DepKes hobi ini tetap saya lakukan, tulisan saya dimuat di majalah MATRA. Kalau ada acara tugas belajar atau sekolah di luar negeri saya sempatkan bikin cerita pendek dan membuat sketsa.

Ketika tugas belajar master ke Amsterdam saya sempat berguru kepada dosen saya Prof. dr. Herman Folder yang pintar melukis cat air/aquarelle.

Pengabdian saya sebagai PNS Kementerian Kesehatan saya akhiri bulan Agustus 2015, dan di hari terakhir bulan itu saya meluncurkan buku “SAUDARAKU MARILAH HIDUP SEHAT SEJAHTERA DAN MAJU BERSAMA”, buku yang saya dedikasikan untuk saudara-saudara kita, masyarakat Papua.

Berikutnya, adalah pengalaman membuat ilustrasi novel ya baru pertama kali saya lalukan untuk buku novel berbahasa Jawa dari kangmas dr. Budiono Santoso, PhD, alias Ki Setradjaja. Dari satu buku berjudul “Lakuning katresnan”, kemudian hingga buku ke-5.

Hal yang paling sulit sebagai ilustrator adalah membayangkan para pemeran cerita. Postur badannya, gemuk kurusnya, pakai kacamata atau tidak kebiasaannya pakai kain, jarik atau jas.

Ini perlu diskusi dengan yang kagungan novel tentunya. Setelah disepakati baru membuat gambar modelnya (ini juga harus didiskusikan dengan pengarangnya) dan paling akhir adalah membuat covernya. Itu bisa 4 sampai 5 kali ganti wajah.

Membuat ilustrasi bagi saya adalah suatu hobi yg sangat menyenangkan, meredakan ketegangan pikiran, relaksasi, dan dengan harapan bisa menjiwai buku tersebut dan sokur-sokur disenangi.

Ketika saya membuat ilustrasi buku teman-teman Konga Kupat Tahu ( KONco NGAsem Kedokteran Umum pitu paPAT TAHune mlebU) alias FKUGM angkatan 1974, yang juga mengasyikkan.

Ada beberapa foto jepretan saya sebagai cover dan juga saya isi dengan ilustrasi lukisan cat air. Yang khusus adalah ketika membuat Cover “Mamaconga Berpuisi”. Ini dibuat mengambil latar belakang Ndalem Mangkubumen yang legendaris itu dan covernya hitam putih.

Demikian ibu, bapak dan para kanca tentang kesan saya membuat tulisan atau ilustrasi. Pokoke anane mung seneng saja….saestu..

Demikianlah.. Salam sehat.. Rahayu..

Wassalamualaikum WRWB

Jakarta, 12 Desember 2023

(Bambang Sardjono Brotohusodo)