Perlunya Pembatasan Pengguna Sepeda Motor Untuk Mengurangi Kecelakaan Lalu Lintas

Sepeda motor merupakan salah satu alat transportasi yang paling banyak digunakan di Indonesia. Berdasarkan data sensus yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah sepeda motor di Indonesia mencapai 112.771.136 pada tahun 2019[1]. Jumlah tersebut selalu mengalami peningkatan setiap tahunnya.

Kepemilikan sepeda motor dapat menjadi salah satu pemicu kecelakaan lalu lintas yang terjadi di Indonesia. Berdasarkan Laporan Nasional RISKESDAS pada tahun 2018, kecelakaan lalu lintas paling banyak terjadi ketika mengendarai sepeda motor, yaitu sebesar 72,7%[2]. Kemudian, korban kecelakaan lalu lintas oleh kelompok usia 15-24 tahun sebesar 79,4% dimana usia tersebut adalah usia para remaja.

Berbagai upaya telah dilakukan oleh Pemerintah Indonesia dalam mencegah kecelakaan lalu lintas yang disebabkan oleh sepeda motor. Namun, berbagai upaya tersebut belum membuahkan hasil yang signifikan hingga saat ini. Apabila jumlah sepeda motor masih sebanyak itu, tentunya akan sulit menekan angka kecelakaan lalu lintas yang disebabkan oleh sepeda motor.

Perlu adanya langkah yang bersifat ‘push policy’ yaitu menekan penggunaan kendaraan pribadi, baik dengan kebijakan pembatasan penggunaan maupun kepemilikan. Langkah tersebut sudah dilakukan di berbagai negara, seperti Singapura, Malaysia, Vietnam, China, dan Jepang. Pada tahun 2030 mendatang, Pemerintah kota Hanoi yang merupakan ibukota Vietnam akan melarang penggunaan sepeda motor[3]. Hal tersebut bertujuan untuk menekan angka kemacetan lalu lintas dan kecelakaan lalu lintas yang disebabkan oleh sepeda motor. Sedangkan di Jepang, Pemerintah Jepang memaksa rakyatnya untuk beralih menggunakan kendaraan umum atau massal. Langkah tersebut dilakukan dengan cara membatasi lahan parkir, pengenaan biaya parkir, biaya tol, dan harga BBM yang tinggi, serta hukuman dan denda yang tinggi apabila terjadi pelanggaran[4]. Pemerintah Indonesia harus belajar kepada negara-negara tetangga terkait kebijakan pembatasan penggunaan maupun kepemilikan kendaraan sepeda motor. Hal tersebut dapat menjadi langkah besar untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas yang disebabkan oleh kendaraan sepeda motor.


[1] https://www.bps.go.id/indicator/17/57/1/jumlah-kendaraan-bermotor.html

[2] http://labdata.litbang.kemkes.go.id/images/download/laporan/RKD/2018/Laporan_Nasional_RKD2018_FINAL.pdf

[3] https://oto.detik.com/motor/d-4921476/ibu-kota-vietnam-larang-sepeda-motor-2030-jakarta-berani

[4] https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-2254990/kisah-jepang-paksa-warganya-beralih-dari-kendaraan-pribadi-ke-transportasi-massal