Atomic Habits: Skema Ringkas Yang Pas.

Buku Atomic Habits karya James Clear menjadi salah satu buku motivasi yang mencetak rekor penjualan terbaik versi New York Times. Sejak terbit pada 2018 buku Atomic Habits telah terjual lebih dari 5 juta eksemplar di seluruh dunia. 

“Tapi apa itu atomic habits?”

Atomic habits merujuk pada kebiasaan kecil yang terkesan remeh, kebiasaan yang seringkali tidak diperhitungkan tapi sudah tersistem lalu tanpa disadari dilakukan secara berulang. Buku ini tepat untuk kalian yang ingin memperbaiki beberapa habits kecil tersebut, karena kajian yang dilakukan oleh Clear terbilang terstruktur untuk membantu. Mulai dari mindset, imajinasi, dan sikap.

James Clear menjelaskan bahwa kebiasaan buruk yang terus berulang terjadi bukan karena seseorang tidak ingin berubah, melainkan karena sistem perubahan yang salah. Ketika sistem perubahan dilakukan secara benar, maka individu dapat memperoleh ke tingkat produktivitas yang baru. Memanfaatkan berbagai disiplin bidang ilmu, racikan James Clear secara praktis menyederhanakan permasalahan yang kompleks.

“Gaya-gaya sistemik gini nih yang nggak jarang susah implementasinya.”

“Kebayang gimana kebiasaan yang sudah terakumulasi tahunan, terus diubah gitu, rasanya butuh cara yang pas untuk tiap orang.”

Setelah membaca buku Atomic Habits, Yasatri juga menggabungkan dengan beberapa akun channel YouTube yang membahas buku ini. Bukan untuk konten promosi channel atau malah jualan buku, niatnya untuk memberikan skema ringkas yang pas. 

Terdapat tiga kaidah utama yang perlu diketahui sebelum merubah kebiasaan remeh. (a) Perubahan perilaku harus terlihat dan jelas. Dua petunjuk paling umum adalah waktu dan lokasi. Rumus niat implementasi (Kebiasaan Baru) pada (Waktu) di (Lokasi). Kemudian pasangkan kebiasaan lama secara berurutan dengan kebiasaan baru, jadi setelah melakukan B (kebiasaan lama) maka lakukan A (kebiasaan baru). (b) Perubahan perilaku haruslah menarik. Kebiasaan adalah umpan balik oleh dopamin, maka caranya adalah memasangkan aksi yang diinginkan dengan aksi yang dibutuhkan. (c) Perubahan perilaku haruslah mudah, maka lakukan berulang dan jalankan, abaikan rencana detail yang memusingkan. Fokus pada action, bukan in motion karena pembentukan kebiasaan adalah melalui perulangan. Tiga kaidah ini sejalan dengan artikel yang berjudul Atomic Habits: Metode Transformasi Diri oleh Jurnal Literaksi: Jurnal Manajemen Pendidikan1. Singkatnya, karena kebiasaan sudah terakumulasi dan berulang, untuk mengubahnya membutuhkan cara yang menarik dan mudah dilakukan dengan stimulus waktu dan lokasi. 

Melansir dari channel YouTube One Percent Better2 kebiasaan baru yang mudah adalah dengan memberikan cue yang jelas di sekitarmu. Cue yang jelas menjadi stimulus untuk melakukan kebiasaan baru, misalnya dengan mengatur komposisi buku sehingga mudah menemukan buku yang ingin kamu baca. Terus kalau digabungkan dengan tiga kaidah tadi, tambahkan waktu dan lokasi. Setelah mengatur komposisi buku, tentukan jam dan lokasi dimana kamu ingin membaca, carilah tempat yang nyaman untuk membaca, bisa dengan memutar lagu, atau membakar dupa, atau setelah mandi. Sesuaikan dengan kebiasaan yang sudah dilakukan sebelumnya. 

Terakhir, melansir dari channel YouTube milik Agus Leo Halim yang bertajuk kultum (kuliah tujuh menit)3, gunakan pola pikir 1% rules yang artinya fokus pada perubahan kecil secara konsisten, hilangkan pola pikir untuk mengubah kebiasaan secara drastis. Dan lupakan goals, karena goals adalah output/outcome sementara kebiasaan adalah sistem dalam keseharian, fokus untuk membangun dan mengembangkan sistem, goals hanya akan membuat tergesa-gesa.

Terkesan mudah dan praktis ya, memang akhirnya masalah kompleks soal kebiasaan dibuat sederhana oleh James Clear, karena tujuannya adalah merubah kebiasaan. Selamat bereksperimen dan selamat mencoba…

  1. Mengutip https://literaksi.org/index.php/jmp/article/view/274 ↩︎
  2. Channel Youtube: https://www.youtube.com/watch?v=a2YEiDTLjvg ↩︎
  3. Channel Youtube: https://www.youtube.com/watch?v=a2YEiDTLjvg ↩︎