Gadis Kretek, oleh Ratih Kumala

Gadis Kretek - Ratih Kumala - Dasiyah - Jeng Yah

Novel Romance atau Sejarah, Kok Gini Sih?

Novel Ratih Kumala mengajak pembaca untuk mengalir dalam cerita yang menelisik memoar Soeraja dan Dasiyah. Ratih Kumala memunculkan alur cerita campuran pada tiap bab bahkan deskripsi visual kemasan rokok sebagai penanda kondisi sosial politik. (1) Klobot Trisno: Saudara tua yang datang “memeras” modal usaha Klobot Trisno. (2) Klobot Djojobojo: Merk dagang Idroes Moeriah sebelum ditangkap oleh tentara Jepang. (3) Kretek Merdeka dan Kretek Proklamasi: Bebas dari tentara Jepang, Idroes membuat “Kretek.Merdeka” dan Djagad saingannya membuat “Kretek Proklamasi” (3) Klembak Menyan Tjap Mendak: Syarat dari paraji pada saat kelahiran Dasiyah. (4) Kretek Gadis: Merek dagang Dasiyah dan ayahnya. Dan pertemuan Dasiyah dengan Soeraja (5)

Kretek Bukit Kelapa: Dasiyah menolak lamaran dari anak pengusaha kretek Bukit Kelapa karena memilih Soeraja. (5) Kretek Arit Merah: Soeraja memantaskan diri untuk Dasiyah sebelum menikah. Muncul gejolak politik yakni penangkapan partai merah “Organisasi Terlarang” dan “Orang Dalam Daftar” (6) Djagad Raja: Berpisah dengan Dasiyah, Soeraja bermitra dengan Djagad. Namun, kelamaan Soerja malah menikah dengan Purwanti. (7) Pada tiap alurnya diceritakan juga saat Tegar, Karim dan Lebas menempuh perjalanan menuju Kudus, Kota M dan Magelang untuk mencari Dasiyah. Tidak berhasil bertemu Dasiyah, namun mereka dikejutkan bahwa Kretek Gadis Djagad Raja meniru resep dari Kretek Gadis.

Gadis Kretek Kisah Cinta Siapa? 

Setidaknya ada dua kisah cinta yang diceritakan. Pertama, kisah cinta Idroes Moeria dan Roemaisa. Kedua, kisah cinta Soeraja dan Dasiyah. Tapi ada pembagian porsi yang kurang pas. Perjalanan cinta, dan detail kisah cinta Idroes Moeria dan Roemaisa terasa lebih kuat, lebih hidup. Sementara kisah cinta Soeraja dan Dasiyah jadi serba tanggung. Kesan tanggung ini muncul karena plot yang terbagi antara memunculkan narasi Gadis Kretek, atau narasi cinta Soeraja dan Dasiyah. 

Lepas dari itu, memang baik dari kedua kisah cinta tidak ada yang terkesan picisan. Hmm.. tapi gimana ya filmnya? Kalian udah nonton? 

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *