Leila Salikha Chudori: Langkah Tepat Mengapresasi Sastra

Leila Salikha Chudori: Langkat Tepat Mengapresiasi Sastra

Leila Salikha Chudori

Lahir di Jakarta 12 Desember 1962. Karya awal Leila dipublikasikan saat ia berusia 12 tahun di majalah Si Kuncung, Kawanku, dan Hai. Pada usia dini, ia menghasilkan buku kumpulan cerpen berjudul Sebuah Kejutan, Empat Pemuda Kecil, dan Seputih Hati Andra. Buku kumpulan cerita pendeknya Malam Terakhir telah diterbitkan tiga kali, dan diterjemahkan ke dalam bahasa Jerman. Bakat menulisnya memang tidak perlu dipertanyakan lagi, karena sejak kecil sudah pandai menulis dan memilih karirnya sebagai seorang wartawan pada majalah berita Tempo sejak tahun 1989. 

Sebagai seorang penulis, Leila memang menekankan pentingnya sebuah referensi dan tanggung jawab. Ada persoalan yang signifikan jika hanya mengutip tulisan para ahli atau penulis lain, malah kita (seorang penulis) tidak menyampaikan opini, cerita, argumen atau pandangannya sendiri. Selain itu, soal tanggung jawab rasanya Leila tidak main-main. Salah satunya dalam novel berjudul Pulang, pada bagian akhir Leila memberikan halaman khusus dengan judul “Beberapa Catatan Akhir” yang merujuk pada referensi atau stimulus proses kreatif Leila. Bahkan, bait-bait puisi yang dikutipnya tidak dibuat secara serampangan, Leila meletakan judul puisi, buku dimana bait puisi yang utuh tadi dimuat.

Jika menulis adalah proses kreatif, dan ide muncul dari membaca maka tanggung jawab seperti yang dilakukan Leila adalah cara yang tepat untuk mengapresiasi karya sastra.

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *